hGFjfa_q9j5fbkHw5Yvw2Ksv3xw TESO-RERIA: Tips Anak
Tampilkan postingan dengan label Tips Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Oktober 2012

Tips supaya anak bisa membaca cepat



1. Tidak ambisius
Terus terang, pada dasarnya kami berdua (saya dan m’Agus) bukan tipe orangtua ambisius yang ngotot menjejali anaknya dengan berbagai macam ini itu hanya demi supaya si anak tampak menonjol. Termasuk diantaranya saat mengajari membaca. Kami menerapkan prinsip: let if flow.
Ini penting sebagai dasar pengajaran. Karena ketika kita sebagai orangtua terbebani dengan ambisi-ambisi tertentu dalam mendidik anak, maka hasil yang keluar adalah rasa frustasi saat si anak tidak menunjukkan hasil yang diharapkan.
2. Mulai dengan pengenalan abjad
Perkenalkan ke-26 abjad kepada anak dengan cara kreatif. Hindari session khusus untuk belajar. Karena cara yang paling efektif untuk mengajari anak (dalam berbagai hal) adalah dengan bermain.
Tips.
* Beli satu kantung Nugget berbentuk alphabet. Ajaklah anak Anda bermain Peta Harta Karun. Cara bermain: Goreng nugget sampai matang. Sisipkan di dalam nasi yang akan dimakan anak Anda. Kemudian minta anak Anda untuk mencari huruf tertentu yang telah Anda sebutkan.
Jangan kecil hati jika si anak masih sering salah tunjuk atau keliatan ngawur. Namanya juga proses belajar, kan? Sebaliknya jika si anak mampu menunjuk huruf yang kita minta secara tepat, beri dia reward berupa pelukan atau ciuman.
3. Merangkai huruf
Setelah pada usia 1.5 tahun Kayla mampu menghafal seluruh abjad dengan baik dan benar, maka yang saya lakukan selanjutnya adalah mengajarinya untuk merangkai huruf-huruf tersebut.
Tapi kesalahan fatal yang saya lakukan adalah saya mengajari Kayla dengan metode urdu. Misalnya kata BOLA yang selalu saya eja dengan: Be-O, BO, eL A, La = BOLA. Atau BUDI menjadi Be-U, BU, De-i, DI = BUDI. Sesuai dengan apa yang pernah saya pelajari ketika masih SD dulu: huruf per huruf dirangkai terlebih dahulu untuk kemudian disambung menjadi suku kata dan akhirnya menjadi sebuah kata yang utuh.
Dan ternyata metode pengajaran secara urdu tersebut terbukti kurang efektif karena dalam kurun waktu 1 bulan kemampuan membaca Kayla masih tersendat-sendat. Tidak ada kemajuan yang berarti. Sempet heran juga sih, sebenernya. Salahnya dimana?!
Sampai kemudian akhirnya aku berusaha untuk merubah metode merangkai huruf tersebut menjadi merangkai suku kata. Sehingga kata BOLA dieja menjadi BO-LA dan BUDI menjadi BU-DI.
Ajaib! Dalam waktu 1 minggu sesudahnya, tiba-tiba Kayla sudah mampu dilepas membaca sendiri secara lancar.
4. Sediakan buku yang cukup
Jika dana Anda tidak terbatas, mengapa tidak menggunakannya untuk memanjakan anak Anda dengan membelikan buku-buku bermutu untuknya secara rutin, seminggu sekali, misalnya?
Karena ada juga fenomena orangtua yang mempunyai dana tidak terbatas tapi merasa sayang membelanjakan uangnya untuk membelikan buku bagi anaknya. Sehingga meskipun tas tangan yang ditenteng sang Ibu berharga jutaan, tapi untuk buku seharga (cuma) 20-40rb dianggap mahal sekali.
Lantas bagaimana dengan Anda yang dananya tidak tak terbatas? Jangan khawatir. Karena Anda masih bisa memanfaatkan fasilitas perpustakaan swasta/pemerintah, membeli buku-buku bekas dengan harga yang lebih miring, meminjam dari teman/saudara, etc.
Kesimpulan: selalu sediakan bahan bacaan bagi anak Anda, entah bagaimana caranya.
5. Jadilah contoh yang baik
Tunjukkan kepada anak Anda bahwa kegiatan yang paling sering Anda lakukan untuk mengisi waktu luang adalah membaca. Sehingga anak Anda akan tergerak untuk menyukai buku, seperti halnya orang tua mereka.

Minggu, 14 Oktober 2012

Cara Mengatasi Batuk pada Anak

Batuk merupakan salah satu gejala yang sering ditemukan pada anak, Sebenarnya batuk merupakan refleks tubuh untuk membantu membersihkan jalannya nafas. Namun demikian, pada kondisi tertentu, batuk butuh ditangani secara medis. Mengamati ciri dan jenis batuk akan membantu Anda mengidentifikasi, apakah batuk anak anak termasuk dalam kategori batuk biasa atau batuk yang perlu dikhawatirkan dan berbahaya. Beberapa jenis batuk dan penyebabnya :
  • Batuk Sesak
Gejala batuk sesak yaitu : batuknya melengking, kering, biasanya sering mulai pada pertengahan malam, suara batuknya tidak seperti batuk biasanya, melainkan lebih seperti gonggongan anjing laut. Suara yang timbul adalah akibat dari pembengkakan di sekitar pita suara (pangkal tenggorokan) dan batang tenggorokan. Gejala lain,pada awalnya anak Anda mungkin
demam ringan gejala seperti sesak atau pilek selama beberapa hari, suara menjadi serak dan berat yang terjadi sepanjang hari dan akan lebih buruk pada malam hari ketika anak atau bayi Anda menangis.
Penyebab Batuk Sesak
Penyakit ini sering disebabkan oleh virus parainfluenza. Kadang-kadang oleh virus respiratory syncytial atau berbagai virus pernafasan lainnya. Biasanya penyakit ini tidak memperlihatkan gejala demam. Kerongkongan dan tenggorokan akan membengkak sehingga salurannya menyempit. Banykan ditemui pada anak-anak usia 6 bulan sampai 3 tahun.
Cara Mengatasi Batuk Sesak
Dalam kebanyakan kasus, langkah-langkah perawatan sendiri di rumah dapat mempercepat pemulihan anak Anda, sehingga perawatan lebih intensif jarang diperlukan. Sementara itu, anak Anda akan tetap nyaman dengan beberapa langkah sederhana:
  1. Hadapi dengan tenang dan buat anak Anda tenang. Ajak ia duduk, membaca buku atau bermain dengan permainan yang tidak melelahkan. Menangis hanya membuatnya lebih sulit bernafas.
  2. Melembabkan udara. Gunakan humidifier di kamar tidur anak Anda atau bawa anak Anda untuk bernafas dalam udara lembab di kamar mandi yang beruap hangat selama 10 menit.
  3. Buatlah suasana segar dan sejuk. Terkadang bernafas dengan udara segar dan sejuk bisa membantu mengatasi sesak. Bukalah jendela atau hidupkan alat pelembab ruangan. Jika udara di luar rumah lebih dingin, bungkuslah anak Anda dalam selimut dan berjalanlah di luar selama beberapa menit.
  4. Pertahankan anak Anda dalam posisi tegak lurus. Duduk tegak dapat membuatnya bernafas lebih mudah.
  5. Tawarkan minuman. Untuk bayi, Anda bisa memberikan ASI atau formula yang biasa diminumnya. Untuk anak-anak, sup atau buah dingin segar dapat membantu.
  6. Usahakan anak Anda untuk beristirahat. Tidur dapat membantu anak Anda melawan infeksi.
  7. Tidurlah di dekat anak Anda atau bahkan di kamar yang sama, sehingga Anda dapat mengambil tindakan cepat jika gejala anak Anda menjadi parah.
  • Batuk Akibat GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
Batuknya berbunyi seperti decitan dan bersifat garing. Biasanya terjadi setelah si kecil makan dan sekali batuk, bayi atau anak Anda akan sulit berhenti. Batuk inipun akan bertambah parah jika si kecil berbaring. Jika bayi Anda menderita GERD, maka dia akan rewel dan bisa sesekali muntah.
Penyebab Batuk Akibat GERD
GERD (gastroesophageal reflux disease) sebenarnya disebabkan oleh lemahnya pita otot yang berada di antara esophagus dan perut. Ini selanjutnya akan membuat cairan yang seharusnya masuk ke dalam perut, malah mengalir kembali ke atas. Bahkan terkadang cairan ini bisa masuk ke paru-paru anak Anda dan menimbulkan batuk kronis.
Cara Mengatasi Batuk Akibat GERD
  1. Dudukkan bayi atau anak Anda selama sekitar 30 menit setiap kali sesudah makan.
  2. Tinggikan bantalnya ketika ia tidur.
  3. Untuk anak-anak, sebaiknya mereka berhenti dulu mengkonsumsi makanan seperti soda, coklat, permen, jeruk dan tomat.
  4. Jika penyakitnya berlanjut hingga lebih dari 2 minggu, segera bawa ke dokter.
  • Batuk Kering (Pertussis)
Gejala Batuk Yang Disebabkan Batuk Kering
Batuknya kering dan sangat panjang. Ketika si kecil batuk, dalam sekali nafas ia bisa batuk lebih dari 20 kali. Dan ketika ia menarik nafas, biasanya Anda bisa mendengar suara melengking tinggi.
Sebelum batuknya parah, biasanya anak Anda akan menampakkan gejala-gejala flu, tapi tanpa disertai demam
Penyebab Batuk Kering (Pertussis)
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang sangat mudah menyebar, yang menyerang tenggorokan serta paru-paru.
Cara Mengatasi Batuk Kering (Pertussis)
Penyakit ini biasanya diobati menggunakan antibiotik. Hubungi dokter Anda. Terkadang, bayi Anda juga harus dirawat untuk menyedot cairan yang menyumbat tenggorokannya. Pada banyak kasus, batuk ini bisa berlangsung hingga bermingu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Cara mencegah batuk pada anak :
  • ASI adalah sumber imunitas yang sangat penting untuk bayi. Survey membuktikan, bayi yang mendapatkan ASI dari ibunya akan lebih tahan terhadap infeksi.
  • Jangan terlalu sering/gampang memberikan antibiotik pada si kecil. Seringkali infeksi yang menyerang si kecil (dalam hal ini batuk-pilek) hanyalah infeksi virus yang akan sembuh sendiri tanpa antibiotik.
  • Sangat dimengerti jika seorang ibu begitu ingin anaknya cepat sembuh. Tapi itu bukan berarti “tidak mempercayai” dokter A dan besoknya diperiksakan ke dokter B, dan malamnya pindah ke dokter C. Itu justru akan mengacaukan pengobatan. Akan lebih baik jika ibu memiliki dokter yang dipercaya, sehingga tahu betul individualisasi pengobatan untuk anak ibu.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh si kecil dengan memberinya makanan bergizi dan susu dan juga suplemen vitamin.
Kapan Harus Menghubungi Dokter Anak?
Kebanyakan batuk pada anak tidak perlu dikhawatirkan. Namun konsultasikan dengan dokter jika anak anda:
  • Sulit bernapas
  • Bernapas lebih cepat dari biasanya
  • Bibir, wajah atau lidah berwarna kebiruan
  • Demam tinggi (terutama pada bayi atau keadaan hidung berair; hubungi dokter anak anda jika bayi di bawah usia 3 bulan mengalami demam)
  • Bayi (usia 3 bulan atau kurang) yang batuk lebih dari beberapa jam
  • Bunyi keras ketika bernapas setelah batuk
  • Batuk berdarah
  • Terdengar suara nyaring ketika menarik napas
  • Berbunyi ketika menghembuskan napas (kecuali anda telah mengetahui cara mengontrol asma dari dokter anak anda)
  • Terlihat lesu dan kesakitan

Sabtu, 13 Oktober 2012

Tips Mengatasi Balita Susah Makan

Balita Anda susah makan? Apakah Anda cukup stres dibuatnya? Hal ini sudah banyak dihadapi kaum Ibu termasuk saya, namun jangan khawatir ini akan dikupas masalah seputar balita susah makan mulai dari penyebab serta solusinya.

Batita dan balita rata-rata akan dihadapkan pada masa-masa susah makan namun ada juga sebagian yang tidak mengalaminya. Ada beberapa penyebab mengapa si kecil Anda susah makan, bisa karena faktor psikologis misalnya karena trauma pada kejadian tertentu, pernah dipaksa makan secara berlebihan,bisa juga karena ego yang mulai timbul dalam diri si kecil (biasanya mulai tumbuh pada usia satu tahun keatas), faktor selera anak, yaitu anak mulai bosan dengan makanan yang itu-itu saja, perlu Anda ketahui pada usia 6-9 bulan mungkin si kecil tidak mempermasalahkan rasa tapi menginjak usia 10 bulan keatas bayi mulai mengenal rasa, saat ini variasi menu perlu Anda pertimbangkan.

Kemudian faktor kesehatan si kecil, dalam hal ini bisa karena balita menderita sariawan/panas dalam, pencernaan bermasalah (cermati apakah balita Anda sering mual,muntah atau diare), gigi mulai tumbuh (pada sebagian bayi pertumbuhan gigi mengakibatkan ngilu sehingga si kecil malas untuk makan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut yang perlu Anda lakukan adalah :


1. Jika karena penyebab psikologis,misalnya trauma karena kejadian tertentu maka Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter Anda


2. Hindari pemaksaan dalam menyuap si kecil karena hal ini juga bisa menyebabkan trauma yang mengakibatkan si kecil mogok makan


3. Pada usia 1 tahun ke atas biasanya anak mulai punya ego yang mana dia makan jika dia mau,sehingga meskipun sudah jam makan dan kita memaksa menyuap, si kecil tidak akan mau, tetapi coba letakkan sebutir nasi di tangan atau dekat mulutnya maka dia akan memungut dan memakannya sendiri. Untuk mengatasi hal ini cobalah saat jam makan alihkan perhatian si kecil pada hal2 yang ia suka misalnya sambil melihat kucing, bunga dll,nah saat dia lengah biasanya tanpa sadar dia mau disuap. Cara lain variasikan metode pemberian makan pada si kecil,misalnya jika biasanya Anda menggunakan sendok cobalah memakai tangan langsung tanpa sendok.Cara lain lagi yaitu kenali makanan kegemaran si kecil, misalnya jika si kecil suka makan kerupuk maka berikanlah kerupuk kemudian selingi dengan memberi nasi,kalau masih susah tempelkan nasi beserta lauk pada kerupuk, ia tidak akan menyadari tetapi ia akan menyukainya.


4. Ubah tampilan dan rasa makanan,Anda bisa membentuk nasi seperti mobil2an kemudian menambah pernak pernik dari ayam, telur, sayuran, tempe/tahu dll. Selain itu Anda perlu melihat-lihat lagi referensi mengenai resep makanan bayi.


5. Berikanlah susu kapan pun ia mau


6. Perbanyaklah camilan si kecil untuk mengimbangi porsi makan yang kurang, namun ingat, camilan yang diberikan harus tetap memperhatikan faktor gizi,misalnya biskuit bayi, kue, puding atau agar-agar, buah.


7. Jika si kecil lebih menyukai kue, maka variasikan bahan atau isi kue dari bahan karbohidrat seperti nasi, kentang lalu kombinasikan dengan sayuran (misalnya kue warna hijau dari sawi yang diblender, warna orange dari wortel yang diblender dll),memang terasa aneh bagi kita, namun anak kecil akan menyukainya dan tentunya gizi tetap terjaga.


8. Cek kondisi mulut si kecil apakah ada sariawan, nafas terasa panas?jika ya segeralah periksakan ke dokter anak Anda. Lihat juga apakah ada gigi yang mau tumbuh? jika ya kemungkinan hal ini yang menyebabkan si kecil merasakan ngilu saat makan,untuk itu coba berikan makanan yang lebih lembut teksturnya serta mintalah saran dari dokter apakah perlu menambahkan vitamin khusus saat gigi tumbuh.


9. Periksakan ke dokter jika si kecil sering mual atau memuntahkan makanan, karena kemungkinan si kecil sedang terganggu pencernaannya sehingga nafsu makan berkurang.


10. Konsultasikan ke dokter mengenai penambahan vitamin nafsu makan


Nah semoga apa yang saya sampaikan kepada Anda bisa menjadikan solusi yang tepat untuk sang buah hati. Selamat mencoba...!! Semoga berhasil.

Minggu, 29 April 2012

Membuat anak menjadi lebih berprestasi


Setiap orang tua tentu ingin anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat serta memiliki karakter yang baik serta memiliki akhlak dan moral yang tinggi. kita tahu manusia selain makhluk individu, juga makhluk sosial, aartinya manusia juga membutuhkan orang lain tak bisa hidup sendiri. Dalam upaya memperoleh bantuan dari orang lain itulah maka ada tata caranya, ada aturan-aturan agar tiap orang bisa mencapai tujuannya.
Aturan ini secara budaya akhirnya dikenal sebagai norma. Norma tersebut akan sampai kepada individu melalui 3 hal, yaitu sosialisasi, internalisasi, dan identifikasi. Ketiga hal tersebut dimulai sejak dini, sejak anak mulai berinteraksi dengan lingkungan. Bukankah sosialisasi terjadi saat anak mulai mengenal lingkungan di dalam maupun di luar rumah, tapi terutama lingkungan di dalam rumah karena itulah dasarnya. Saat itulah basic trust terbentuk. Dari bayi sampai usia setahun, ia mulai belajar dirinya berharga atau tidak. Di sini ia mulai mengembangkan bagaimana caranya agar ia eksis di lingkungannya.
Tentunya, untuk bisa eksis akan banyak tuntutan yang harus ia terima. Diantaranya aturan, baik yang tertulis maupun tidak. Namun bagi anak, tak masalah apakah aturan itu tertulis atau tidak. Yang penting, apa yang sampai kepadanya. Proses sampai kepada dirinya itu dinamakan internasilisasi. Selanjutnya, ia akan menyerap melalui proses imitasi dari orang-orang terdekatnya, yaitu figur-figur yang bermakna buatnya, entah ibunya, ayahnya, kakaknya, atau malah pengasuhnya. dari proses imitasi inilah muncul identifikasi, ia mencoba meniru apa yang dilakukan orang dewasa yang ia pilih dan punya makna buatnya. Biasanya figur tersebut adalah orang tua atau kakak.
Itulah mengapa, sejak anak mulai mengenal lingkungan pembentukan norma atau moral menjadi sangat penting. penanaman nilai-nilai moral ini akan lebih mudah terserap oleh anak bila dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Sampai nanti ia berusia 10 tahun, apa yang kita sampaikan akan membentuk sistem nilai tersendiri. Selanjutnya sistem nilai ini akan membentuk dalam dirinya hingga ia besar nanti.
Agar ia tahu aturan, kecerdasan moralnya harus dikembangkan, tentu secara bertahap. Mulailah dengan konsep boleh dan tak boleh, bukan konsep salah benar karena anak belum mengerti apa itu salah dan benar. Tapi kalau sesuatu boleh dan tak boleh dilakukan, akan lebih mudah diterima oleh konsep berpikirnya. Selanjutnya bila ia dimarahi karena melakukan hal yang tak boleh, barulah ia tahu bahwa itu salah.
Tapi jangan lupa, aturan harus jelas. Misal, “kakak tidak boleh meludah sembarangan”, kalau ia tanya “kenapa, Ma? jelaskan alasannya. Dari sini orang tua bisa masuk pada konsep sopan dan tak sopan. Dalam kultur Timur, konsep sopan dan tak sopan merupakan norma pertama, baru kemudian konsep benar dan salah. Namun begitu, jangan langsung katakan bahwa ia tak sopan karena ia tak bisa langsung menangkap apa itu sopan.
Jadi, penjelasannya harus secara kongkret dulu. Misal, “itu tidak boleh karena ludah mengandung kotoran.” Kendati secara kultur bukan karena kotorannya yang penting melainkan sopan dan tak sopan. Baru kemudian dilanjutkan “itu juga tidak sopan kalau kakak meludah sembarangan.” Dengan demikian, ia akhirnya akan mengaitkan bahwa yang baik dan sopan itu kalau tidak meludah semabarangan, hal ini kongkret untuk anak.
Contoh lain, “kakak tidak boleh lewat begitu saja di depan orang tua, itu tidak baik. Yang baik itu kalau lewat di depan orang tua, jalannya dengan menunduk, itu yang sopan.” ia akan mengaitkan bahwa yang baik dan yang sopan itu kalau lewat di depan orang tua dengan menunduk.
Jadi, jangan cuma asal melaeang tapi juga menjelaskan kenapa tidak boleh dan kenapa boleh, agar anak tak bingung. Disamping ia menyerap konse p boleh dan tak boleh untuk dikembangkan pada konsep benar dan salah. Bukankah kita hendak membenahi sistem nilai yang salah? jadi, ia perlu memperoleh penjelasan supaya tahu persis kenapa boleh dan kenapa tak boleh sehingga ia lebih menyerap.
Contoh lain lagi, saat bertamu. Terangkan dengan jelas, “Adek tak boleh berlarian kesana ke mari, itu tidak baik dan tak sopan dilakukan di rumah orang.” Terangkan pula apa yang boleh, misal “yang boleh dilakukan kalau di rumah orang adalah duduk, kalau dikasih minum bilang terima kasih. kalau adek minum, bilang permisi dulu itu namanya sopan.” Dengan demikian, konsep sopan santun dan boleh tidak ini akan mudah terserap olehnya.
Tentu memberi tahunya sebelum berangkat bertamu, menjelang situasi yang akan ia jumpai. jangan terlalu awal memberi tahunya, misal beberapa minggu sebelumnya, ia akan cepat lupa tapi kalau sesaat sebelum pergi, ia akan mudah mengingatnya.
yang jelas, konsep norma harus terus-menerus diberikan kepada anak, hingga semakin hari semakin banyak konsep norma yang tertanam dalam dirinya.
Selanjutnya, bila ia melanggar hal yang tak boleh, harus ada konsekuensinya berupa hukuman, sebaliknya bila ia patuh, berilah pujian atau hadiah. dari sini ia belajar tentang konsep benar-salah. Bukankah dengan mendapat konsekuensi, ia jadi tahu bahwa sesuatu itu salah atau benar? kalau ia mendapat pujian karena tingkah lakunya, berarti apa yang dilakukannya itu benar. Tapi kalau tingkah lakunya itu mendapat hukuman, berarti ia salah.
Tentu perihal salah tidaknya perilaku si anak harus diberitahui orang tua. Misal, selama bertamu ia duduk dengan sopan dan manis, ia pun permisi dulu saat hendak main. Sepulang bertamu, kita harus menjelaskan “Tadi perilaku adek itu benar, Mama bangga karenanya. Nanti kalau bertamu lagi ke rumah orang lain harus seperti itu ya”! Dengan demikian, ia mendapat masukan langsung apa itu yang benar dan salah.
Kita pun bisa mengaitkan konsep benar-salah dengan konsep kejujuran,keadilan,persaudaraan,dan menghormati orang lain. Tinggal orang tua mau menanamkan konsep mana yang utama untuk anaknya. jadi, bila kita ingin si kecil punya prinsip yang kuat, menghargai orang lain, maka itulah yang harus terus-menerus secara konsisten ditanamkan kepadanya.